Menkeu: Kita Harus Siap Jadi Negara Besar
Liputan Rapimnas Ditjen Perbendaharaan 2012
Jakarta, perbendaharaan.go.id – Bercermin dari kondisi krisis Eropa yang berdampak kepada bagian dunia lainnya, Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo optimis dengan kondisi perekonomian Indonesia. Ia menyampaikan bahwa saat ini Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar ke-16 di dunia. “Kita harus siap menjadi Negara besar,” ujarnya dihadapan peserta Rapimnas Ditjen Perbendaharaan, Senin (12/11), di Gedung Dhanapala Kementerian Kementerian Keuangan.
“Saat negara lain kesulitan menyusun APBN, kita sudah selesai melakukan penyusunan APBN 2013 dengan asumsi defisit 1,65%,” imbuh Menkeu.
Namun demikian, Menkeu mengimbau jajarannya agar tidak lengah atas kinerja yang telah dicapai. Menurutnya, bayang-bayang kelesuan perekonomian dunia merupakan ancaman nyata yang harus tetap diantisipasi.
Sementara itu, terkait tugas Ditjen Perbendaharaan Menkeu menyatakan bahwa tantangan dan tanggungjawab Ditjen Perbendaharaan di masa depan akan semakin besar dan kompleks. Dalam rangka meningkatkan kinerja yang lebih baik, Kementerian Keuangan telah mengagendakan Revitalisasi Fungsi seluruh unit kerja dalam kerangka Transformasi Kelembagaan Kementerian Keuangan.
Dalam rangka meningkatkan peran strategis, Kementerian Keuangan telah memutuskan target yang akan dicapai atau Destination StatementKementerian Keuangan hingga TA 2014 adalah: Rasio penerimaan pajak dengan PDB adalah 18%, Jumlah Barang Milik Negara (BMN) yang telah bersertifikasi adalah 20%, penyerapan belanja negara dalam DIPA Kementerian Keuangan sebesar 98%, indeks opini BPK atas Laporan Keuangan BA 15, Laporan Keuangan BA BUN dan Laporan Keuangan BA 999 adalah WTP. Dalam rangka mendukung tercapaianya destination statement tersebut, Menurut Menkeu Ditjen Perbendaharaan harus dapat meningkatkan peran di bidang pengelolaan perbendaharaan dengan lebih baik, lebih strategis, lebih peofesional dan lebih modern.
Menkeu menyadari amanah Ditjen Perbendaharaan akan semakin berat dan strategis. Berat karena mengutamakan pelayanan dan percepatan dalam pencairan dana APBN. Strategis karena mengelola APBN yang semakin besar dengan anggaran belanja lebih dari 1.600 trilyun pada tahun 2013 yang harus dikelola dengan prudent dan akuntabel.
Dalam menjalankan amanah ini Menkeu berharap agar jajaran Ditjen Perbendaharaan senantiasa bekerja berlandaskan pada Nilai-nilai Kementerian Keuangan, berhati-hati yang mengutamakan kepatuhan pada regulasi dan SOP, selalu kreatif dan inovatif serta memiliki pengetahuan yang luas. Terakhir, Menkeu berpesan agar nilai-nilai integritas, profesionalisme, sinergi, pelayanan dan kesempurnaan harus benar-benar menjadi bagian dari perilaku seluruh jajaran Ditjen Perbendaharaan.
Oleh: Tim Media Center Ditjen Perbendaharaan
Penyerapan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Baru Mencapai 51.6%
Liputan Pembukaan Rapimnas Ditjen Perbendaharaan tahun 2012
|
KeuanganMenkeu: Penyesuaian Mata Uang Butuh Konsultasi Publik
Jakarta, 30/10/2012 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo menilai, perlu adanya konsultasi publik untuk mengharmonisasikan rencana pemerintah untuk melakukan penyederhanaan mata uang atau redenominasi. Hal tersebut dilakukan agar masyarakat mengerti esensi utama pemerintah melakukan hal tersebut. Demikian ia sampaikan usai upacara peringatan Hari Oeang Republik Indonesia ke-66 di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (30/10).
|



